The Covenant of Sky Voice 2
Thursday, January 26, 2012 @ 11:06 PM


Okay , second part . 
HAHA 


Penghujung tahun 2009 . 

   Haida sedang mengemas buku - buku dibawah mejanya dan masukkan ke dalam beg galasnya . Tak lama lagi tamatlah aku sebagai pelajar kat sekolah ni . Aish , sedihnya . Tiga tahun aku aku stay dalam satu kelas . 

" Haida ! " Laung Afham dari muka pintu kelas Haida .
" Woi ! " Jerit Haida , sempat menoleh melihat siapa yang jerit namanya .
      
       Aish , Ham ni . Buat terkejut aku betul la . Mcm halilintar pekik dia .

" Jom balik sama ! " Ajak Afham . Masih di muka pintu .

" Jap ar . Tengah kemas ni , tak nampak ke ?! " Jawab Haida . Kasar .

" Uish , kau ni garang mcm kanggaru ! dgn aku tak pernah nak lembut kan ?"

Afham membuat muka . Kali ni baju kemeja sekolahnya sudah dikeluarkan .

Haida hanya diam . Ada ke sama kan aku dgn Kanggaru ? adeh . 
Sejurus itu , dia menggalas begnya lalu berjalan menuju ke pintu . Lebih tepat lagi , pada Afham 

Namun , Afham hanya membatu sambil tersandar menyereng menghadapnya .
Sebetulnya , bukan melihat Haida tapi apa yang ada pada belakang Haida .
Seolah - olah memikirkan sesuatu . 

" Daaa ... Kata nak balik cepat sangat tadi . Ni berangan pulak ! " Jergah Haida

Seakan tersedar dari lena , Afham tersengih . 

" Eh , sekolah atas bukit sana nak bukak kan ? " Tanya Afham sambil mengejar Haida yang jauh ke depan .

" Kau rasa , kau kena pindah sana tak ? " Tanya Afham lagi setelah dia berjaya berjalan bersebelahan Haida . Kenapa la perempuan ni suka jalan laju ? 

" Aku pun kena pindah kat sekolah atas bukit uh " Afham masih bertanya namun Haida hanya membatu .

" Kau rasa , kau sama kelas dengan aku tak ? Dah la sebelum ni kita tak sekelas . Aku harap aku sama kelas dengan kau ." Afham tidak putus asa .

" Entah la . Mungkin . " jawab Haida . lambat
" Eh , tau tak ? Tadi kan aku main Bola Sepak kat padang , 
  Amni datang tgk aku main . " Afham tersedia tukar tajuk .

Mula dah Ham ni . Amni lagi .

" Lepas tu kan , dia siap bagi air kat aku . Then .. bla bla bla ..." 
Afham bercerita seolah - olah Haida setia mendengar , pada hal . Haida memekak kan telinga .

Cerita yang sama setiap kali jumpa . Aduh , tak habis - habis Amni . Takder cerita lain ke selain Amni ?

" Aku dah agak dah ! " Kata Afham secara tiba - tiba 
Haida memandang Afham . 
" Aku tau dalam kepala kau uh , mesti cakap ' sikit - sikit Amni ' kan ? "
" Eh - eh ? " Jawab Haida . Pura -pura hairan .
" Tak payah nak  EH - EH sangat la kan ? " 
" Aku agak dah apa yang dalam kepala kau Haida . "
Haida mengeluh . Tak akan ada cara utk bersembunyi dari Afham .

" Bukan apa , aku tak tau nak tanya siapa lagi . Kalau aku tanya Amni , sah - sah la kantoi kan ? " Terang Afham .
" Apa kau ingat aku ni ada Dewa Cinta kau ke ? " Jawab Haida dgn nada perlahan . Takut sahabatnya berkecil hati .
" Aku tak bermaksud ... " 

Haida sudah berjalan melepasi dia . Kini ruang legar terasa sesak . Pelajar petang suda memenuhi perkarangan sekolah . 

" Shit ! Laju betul kau lesap Haida . " Sebal Afham .

Afham melihat sekeliling . Ruang legar semakin sesak dengan pelajar .
Apa nak buat dengan masalah aku ni ? Aduh ! Sesak !

Haida sudah sampai di luar pagar . 
" Maaf , Afham . Kadang kala aku tak sanggup . "  Haida mengeluh .

Lalu dia berjalan menuju ke stesen bas . Menuggu Supir datang jemput .


Continued ....


p/s :  okay , tangan aku terasa mcm nak patah dah ! Taip dua entries lagi . 
        Esok sambung .Story ni agak berat sikit . Mungkin . 
        Ini kerana pekara sebenar  :D 






Labels: ,