The Covenant of Sky Voice 3
Sunday, January 29, 2012 @ 1:05 AM
Sudah sampai ke siri seterusnya dah !
HAHA . Jenuh aku buat story ni malam tadi .
Dah siap untuk dua episode dah .
Pergh , Nak selesaikan secepat mungkin .
Malam itu , Haida termenung di birai katil . Pertama kali dia lari daripada Afham . Sebelum ni dia sangat setia pada kisah Afham . Tapi kali ini dia gagal mengawal hati dia . Afham hanya mencari dia apabila dia susah . Bila dia serabut . Itulah Afham yang dia kenal . Akhirnya Haida tidur bersama air matanya . Untuk yang keberapa kali .
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
" Okay , kepada pelajar yang akan dipindahkan ke sekolah baru , sila rujuk pada senarai nama di papan kenyataan Am sama ada anda dipindahkan atau tidak , sekin terima kasih " Pesanan drpd Kerani sekolah melalu pembesar suara yang terdapat pada setipa ruang legar dan bilik darjah
" Amni , lepas ni kita tengok senari nak ? " Tanya Afham pada Amni yang duduk dibelakangnya .
" Pergilah sendiri ." Jawab Amni . Malas
Ada banyak kerja yang perlu dia selesaikan minggu ni . Afham pula sibuk nak berkepit dengan dia sana sini sahaja . Alahai .
" Ala , Amni sayang ... Jomlah " Rayu Afham sambil buat muka .
Aduh , ni yang malas bila Afham buat muka puppy dia . Alahai .
Cute tak suda . = , = "
" Yela " Panjang jawabnya .
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Ramai pelajar berkerumun pada papan kenyataan Am sewaktu rehat . Kelihatan Afham dan Amni sedang menuju ke arah tersebut .
" Ramai sangat lah pula " Rungut Afham.
" Takper aku pergi sorang " Jawab Amni . Rela
Sedang Amni berpusu - pusu menyelit , dia menolak beberpa lelaki yang halang pandanganya.
Afham yang melihat hanya ketawa . Aduh Amni , ganas betul kau . Tapi cute lah pula . Macam mana la aku tak gila bayang pada kau . Bisik Afham .
Haida sedang berjalan dikoridor berhampiran dengan kenyataan Am . Bagus .
Boleh la aku semak nama aku .
Namun , dia terlihat Afahm tidak jauh darinya . Sedang merenung sekelompok pelajar yang berkerumun pada Kenyataan Am . Sesekali , Afham tersenyum sendiri . Alahai , senyum dia
Malangnya , sewaktu dia sedang berangan - angan , sewaktu dia sedang semakin dekat pada Afham , terlintas seorang gadis di depannya lalu melanggarnya . Mereka berdua terduduk .
" Aduh ! "
" Argh ! "
Afham meluru pada mereka berdua .
" Amni ! Kau okay ? Kenapa cuai sangat ni ?! " Risau Afham . Lansung tidak menoleh pada siapa yang melanggar Amni .
" Aku okay , sikit jea lah , Ham . Yang kau risau mcm aku kena langgar lori kenapa ?! " Marah Amni sambil cuba bangun .
" Yela , Mestilah aku risau . Siapa yang berani langgar Am... "
" Aku ! " Jawab Haida . Memotong ayat Afham
Afham terdiam tatkala memandang gadis tersebut . Haida .
Lama dia merenung Haida . Melihat gadis itu membersihkan baju kurungnya .
Dia ingin berkata sesuatu namun , semunya tersekat .
Melihat Amni sudah beredar , Afham meninggalkan Haida tanpa sepotong ayat
Tak guna ! Banyak benda kau nak cakap kan ? Kenapa kau semakin jauh dari aku Haida ? Kenapa ? Kau elak dari aku ? Namun semuanya , hanya dia yang mendengar .
Haida hanya mengeluh melihat Afham berlalu begitu saja .
Tidak kenalkah dia ?
" Tadi kau tak mintak maaf kat budak tu ke ? " Tanya Afahm setelah mereka jauh berjalan menuju ke kantin .
" Dah la . kau yang sibuk tenung budak tu mana nak dengar aku cakap " bebel Amni .
Afham hanya berdiam . Betulkah ?
" Kau dah tangkap cinta ke kat budak tu ? " Tanya Amni .
" Eh , mana ada ! kau ni ! " Laju Afham menggeleng .
" What ever la " Jawab Amni sambil angkat bahu .
Amni suda melewati dia , pantas membeli makanan .
Afham mengeluh . Alahai, Amni . Aku dah jatuh hati pada kau la . Mana mungkin aku pandang orang lain .
Lalu , tersedar dia dari mimpi , cepat - cepat mengikut Amni membeli makanan
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Haida duduk bersandar pada sliding door biliknya dan membiarkan terbuka . Melihat bulan mengambang penuh . Melihat pekat malam .
Angin menerpa , namun dia masih membatu disitu .
Haida memasang radio dibiliknya , namin fikiran dia jauh melayang .
Siapa dia pada Afham . Sekadar sahabat ? Atau tempat luahkan perasaan ?
Atau aku hanya Dewa Cinta Afham ? Akhirnya , mengeluh menjadi teman yang sangat setia .
" Okay , sekarang kita dengarkan lagu yang menduduki carta ke 7 malam ni . Lagu ni melonjak 3 anak tangga ! Selepas ni , kita akan dengarkan panggilan pendengar , sebelum itu dengarkanlah , Najwa Lattif - I Love You . "
Suara penyampai radio menarik perhatian Haida dan dia menumpukan perhatian pada lagu tersebut .
* Press Play .
" Munkin ini adalah cara , meluah cinta "" Tanpa berkata atau berpandang mata "
" Mungkin aku , mencintai mu "" Walaupun engkau tak pernah tahu "
" I'm sorry but I love you "" I 'm sorry if I miss you "" Even if I can't have you "" You know I always be there for you "
" I'm sorry but I love you "
" I'm sorry but I love you " Bisik Haida perlahan .
Seolah - olah berbisik pada langit . Kali ni air mata sudah setia di bibir mata .
Mengalir lagi . Namun dia biarkan saja . Langit menjadi saksi .
Itu lah kali terakhir dia melihat Afham .
Continued ....

Labels: Fiction, The Covenant of Sky Voice
